![]() |
| Ilustrasi gambar seorang bapak dengan senyum bersantai dengan sang anak. |
Bapak pernah memarahiku
memukul betisku dengan tongkat kayu
gara-gara membangkang pada perintah ibu
ia juga seringkali membentak-ku kala bertutur kata tak sopan
katanya: apa yang kau ucapkan,
bukan itu yang saya ajarkan!
Tapi setelah itu
ia kembali menghampiriku
memeluk tubuhku dengan erat
sembari melantunkan nasihat-nasihat
Bapak memang selalu bersikap tegas pada anak-anaknya
ia mengajarkan tentang nilai ketaatan, sopan santun dan etika
mendidik agar kelak kami menjadi manusia yang berguna
ia adalah sosok kepala keluarga yang sangat berwibawa
dan ibu sangat mencintainya
Bapak juga sosok pekerja keras
ia menghidupi kami dari setiap tetesan keringat yang mengucur dari kulit tubuhnya
tangannya tak pernah lelah mengais
menggarap ladang sawah yang hasil panenya tak seberapa
Sekarang usia bapak tak lagi muda
ia beranjak menua
rambut-rambut putih mulai bermunculan disela rambut hitamnya
serta lekuk kerut terpampang jelas dikulit wajahnya
Pak, dalam sajak kecil ini aku ingin berterimakasih atas segala yang telah kau berikan untuk-ku
juga memohon maaf, karena belum mampu membalas semua kebaikan itu
aku masih menjadi beban keluarga
belum menjadi manusia yang berguna
saat ini, aku tengah berusaha untuk menuju kesana
Percayalah, jika suatu saat nanti aku pasti akan menggapai apa yang bapak harapkan
membuatmu berbangga diri dengan keberhasilan yang aku persembahkan
dan kepada sang kuasa aku berdo'a
agar bapak senantiasa diberikan kesehatan jiwa raganya
Akhir kata pak, aku meminta padamu
tolong sampaikan juga salamku untuk ibu
katakan saja: ada rindu yang di titipkan anakmu dari tanah rantau
"29/04/21"
